Perbedaan Pengusaha dan Pedagang, Cara Naik Level ke Pebisnis

Diposting pada

Menjadi wiraswasta atau pebisnis dan pedagang memang menjadi pilihan. Seorang wiraswasta atau pebisnis sudah tentu harus memulai bisnisnya dari awal dengan penuh ketelatenan dan berharap usahanya berkembang dan menghasilkan omset fantastis. Namun tahukah anda bahwa sebenarnya kita bisa naik level dari pedagang menjadi pengusaha atau entrepreneur?

Pada pembahasan ukmsumut kali ini, kita akan membicarakan lebih intens mengenai Apa Beda Pedagang dan Pengusaha? Banyak orang bertanya pada kami, sebagai seorang entrepreneur, apa yang bisa kami lakukan? Banyak juga yang berkata begini, “Pak, kami ingin menjadi pengusaha”.

Sebenarnya hal ini bisa anda lihat dari berbagai artikel yang ada di internet atau pun video youtube yang membahas khusus mengenai dunia bisnis. Menjadi pengusaha itu bukan bicara soal ingin atau tidak. Tapi pengusaha itu bicara tentang mindset atau pola pikir.

Baca juga : Meraih Untung dari Bisnis Berjualan Foto Hasil Kamera Smartphone

Dan pengusaha itu juga berbicara tentang apakah anda itu membuat sebuah ketetapan atau keputusan bahwa kami memang mau menjadi pengusaha. Disini ada perbedaan yang sangat jelas, antara apa bedanya pedagang dengan pengusaha.

 

Perbedaan pengusaha dengan pedagang

Sekilas pengusaha dan pedagang itu mirip. Tetapi sebenarnya ada perbedaan yang sangat jauh. Baik, kami akan membahas disini secara gamblang, apa beda pedagang dan pengusaha. Kalau pedagang, yang penting bisa mendapatkan uang. Pokoknya setiap hari dapat uang. Tidak peduli buka toko atau buka stand, yang penting berjualan lalu dapat uang.

 

Dari segi perspektif profit

Yang penting dapat profit. Tidak salah, karena begitulah pedagang. Tetapi kalau pengusaha, setiap hari juga mendapatkan uang. Tetapi uangnya didapat darimana? Yaitu dengan cara bisa mendapatkan solusi, bisa membentuk sistem dimana uang dapat menghasilkan dengan sendirinya.

Jadi sistem tersebut yang mengatur kegiatan usahanya. Dan sistem tersebut yang akhirnya menghasilkan uang untuk dirinya. Bukan dirinya yang menghasilkan uang. Tetapi sangat wajar jika anda sebagai pemula awalnya memulai dulu sebagai pedagang. Itu sangat wajar.

Dan anda bisa membaca artikel tips di internet mengenai cara memulai bisnis atau menonton di video youtube tentang bagaimana menjadi pebisnis dimulai dari pedagang terlebih dahulu.

 

Dari segi manajemen

Kemudian bedanya pedagang dan pengusaha yang kedua adalah : pedagang itu pekerja keras, dan seluruh aktivitas usahanya dilakukan sendiri. Tidak ada yang dikerjakan oleh orang lain.

Baca juga : 20 Ide Usaha Bisnis Paling Unik, Gila dan Beda Namun Prospektif di tahun ini

Jadi misalnya kalau buka depot, dia masak sendiri, berjualan sendiri, mengurus pembayaran sendiri, meracik bumbu sendiri, dibungkus sendiri, bahkan mengantar makanan sendiri. Ini namanya pedagang.

Namun kalau pengusaha, sudah ada sistem. Jadi sudah men-set up sistem, sudah ada management, kemudian cukup mengawasi kinerja karyawan atau tim di dalam aktivitas bisnisnya. Jadi anda tidak melakukan semuanya sendiri, tetapi anda bekerja secara tim. Tim inilah yang membantu bisnis anda untuk terus berkembang dan berkembang.

 

Dari segi waktu pengelolaan

Kemudian beda pedagang dan pengusaha yang ketiga adalah, waktu milik pedagang digunakan untuk mengawasi bisnisnya yang sangat banyak. Sampai ia lupa untuk membangun silaturahmi dengan teman-temannya, atau membangun hubungan dengan relasi.

Tetapi kalau pengusaha, waktu untuk mengawasi bisnisnya sangat sedikit. Karena apa? Karena bisnisnya sudah di take over oleh sistem, sehingga dia tidak perlu melakukan pekerjaan secara detail dan mendetail, semuanya diawasi sendiri.

Karena sudah ada tim yang mengejar itu semua. Dan akhirnya dia punya banyak waktu untuk membangun networking, membangun silaturahmi dan membangun relasi dengan teman-temannya karena itu sangat penting. Karena banyak orang yang sangking sibuknya, mereka tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya sangat penting. Tetapi karena sudah banyak waktu tersita untuk bisnisnya, ia tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal lain. Itulah pedagang.

 

Dari segi pengalaman

Beda pedagang dan pengusaha yang keempat, pedagang belum tentu pernah menjadi pengusaha. Tetapi kalau pengusaha, kami pastikan dia sudah pernah menjadi pedagang. Contohnya seperti misalnya anda. Anda sekarang sudah memiliki bisnis di level keempat dan mau menuju ke level kelima. Sekarang bisnis anda sudah dikelola oleh seluruh tim yang anda miliki.

Baca juga : Tips Memulai Bisnis dengan 5 Kekuatan Dasar yang Sederhana

Sebagai contoh anda dulu pernah menjadi reseller. Anda pernah menjadi pedagang 20 tahun yang lalu. Dan anda sangat paham perasaan ini. Tetapi karena anda merintis bisnis anda konsisten dan fokus selama 20 tahun ini, akhirnya anda bisa mempunyai tim sebesar seperti sekarang. Dan semua bisnis anda dikelola oleh tim anda sendiri. Jadi, segala sesuatu dimulai dari awalnya anda pernah menjadi seorang pedagang.

 

Dari segi ketergantungan bisnis

Yang kelima adalah, seorang pedagang menggantungkan bisnisnya pada diri sendiri. Sedangkan pengusaha menggantungkan bisnisnya pada kerja tim. Jadi semua dari kerjasama tim. Timnya yang mengerjakan bisnisnya. Dan dia memikirkan sesuatu, memikirkan sebuah visi, memikirkan sebuah pola supaya timnya bekerja secara lebih maksimal dan maksimal, dan akhirnya bisnisnya semakin besar dan semakin besar.

 

Dari segi perspektif omset dan aset

Dan yang terakhir, yang keenam adalah jika pedagang yang dipikirkan hanyalah omzet, omzet, dan omzet harian, sedangkan kalau pebisnis atau pengusaha yang dipikirkan adalah aset, aset,dan aset. Jadi timnya adalah aset. Dan asetnya terus berkembang dan berkembang, akhirnya bisnis yang ia jalankan semakin bigger and bigger, semakin besar.

 

Baca juga : 10 Peluang Bisnis Anak Muda Milenial yang Prospektif di Tahun ini

Demikianlah sekilas perbedaan pedagang dan pengusaha. Anda bisa menambahkan perbedaan yang anda rasa signifikan antara pedagang dengan pebisnis di kolom komentar bilan berkenan. Namun secara umum memang sudah kami jelaskan diatas. Jadi, tinggal pilih mau jadi pedagang atau pengusaha?