6+ Tahapan Pertumbuhan Bisnis Harus Dipelajari Pengusaha UMKM

Dalam merintis usaha, setiap pebisnis harus menjalani beberapa tahapan agar dapat menjadi pengusaha sukses dan memiliki income yang besar. Tidak ada yang instan, semua usaha dimulai dari sesuatu yang kecil hingga berkembang dan maju sesuai dengan kerja keras pemiliknya. Dan kali ini ukmsumut akan membahas bagaimana tahapan bisnis itu, mulai fase perintisan hingga fase ekspansi dan menjadi besar.

Layaknya menaiki kelas berikutnya, dalam bisnis terdapat tahapan yang harus berhasil anda lewati dan pada setiap tahapannya tentu memiliki ilmu dan tantangan tersendiri. Seringkali calon pengusaha atau pengusaha muda merasa kebingungan atau tidak tahu arah mana yang harus dia tempuh.

Baca juga : Tips Memperoleh Profit Gede Bagi Reseller tanpa Turunin Harga

Dalam menentukan bagaimana memulai bisnis tersebut, bagaimana mengelola bisnis yang sedang berjalan, dan perlukah meminjam modal untuk pengembangan dana? Keputusan mana yang harus diambil, serta apa yang harus anda pelajari sejak dini sebelum memulai bisnis.

 

Tahapan bisnis dan ilmu yang harus dipelajari

Pertimbangkanlah untuk mengikuti ukmsumut dengan mengklik tombol bookmart dan berlanggan postingan kami serta share tulisan ini nantinya supaya lebih bermanfaat untuk yang lain. Baiklah mari kita langsung saja membahas poin per poin tahapan bisnis itu seperti apa :

 

#1. Tahapan pemula atau beginner

memulai bisnis

Kami sering menekankan bahwa menjadi seorang pebisnis membutuhkan proses yang tidak instan. Layaknya saat anda sedang belajar berjalan untuk pertama kali, anda sering harus jatuh bangun. Begitu pula dengan berbisnis dimana anda akan jatuh bangun dalam prosesnya hingga anda bisa disebut pebisnis.

Saat belajar berjalan kita dianugrahi orang tua yang dengan sabar mengajarkan untuk berjalan bahkan mengawasi saat terjatuh. Jika anda cukup beruntung terlahir dikeluarga atau lingkungan pebisnis, maka proses dan tahapan ini bisa lebih cepat berlangsung karena terdapat orang yang menjadi contoh serta bisa membimbing anda, yaitu keluarga atau teman.

Namun bagi yang tidak terlahir dalam kondisi tersebut tentu harus lebih bekerja keras untuk bisa menjadi pebisnis. Jadi saran kami, jangan banyak beralasan. Lakukan sesegara mungkin dengan mencari cara bagaimana memulainya segera sebelum momentum anda hilang. Meskipun anda punya warisan yang besar, belajarlah memulai usaha dengan modal seminimum mungkin.

Baca juga : Tips Jitu Memulai Bisnis dengan 5 Kekuatan Dasar yang Sederhana

Hal ini akan berpengaruh pada pola pikir anda sebagai pengusaha. Fokuskan 80 persen usaha anda pada penjualan atau menguasai pasar dan hindari ribetnya produksi.  Anda bisa menggenjot promosi, meratakan distribusi di area terbatas secepat mungkin.

Initnya pada tahapan ini anda boleh berprinsip margin boleh tipis, yang penting pembayaran (cashflow) anda lancar. Hal ini dibuktikan dengan meraih angka impas operasional (BEP) secepat mungkin. Beberapa ilmu yang perlu anda pelajari pada tahap ini adalah dasar bernegosiasi, keterampilan menjual, menguji pasar sebelum mulai menjual, membuat merek dan kemasan, mempromosikan produk atau jasa anda, strategi menentukan harga, manajemen keuangan sederhana, dan legalitas usaha (perijinan dan merek dagang).

 

#2. Tahapan meningkatkan keuntungan

meningkatkan untung

Setelah anda melewati tahapan sebagai pemula, maka anda dapat memulai fokus pada sistem pemasaran untuk meningkatkan keuntungan bisnis, dimana anda dapat lebih memfokuskan  dengan menambah sumber arus keuntungan, menambah prospek, menaikkan nilai konversi, membuat pelanggan lebih sering membeli dan meningkatkan angka pembelian pada setiap kunjungan dan menaikkan margin.

Seiring bertambahnya omset bisnis, maka pekerjaan dan kegiatan lainnya akan berbanding lurus yaitu meningkat drastis. Maka pada kesempatan ini, anda harus mulai menyeimbangkan dengan menambah karyawan. Setelah itu barulah saatnya belajar merekrut serta mengelola tim yang ada.

Beberapa ilmu yang perlu anda kuasai pada fase ini seperti cara menaikkan profit, menganalisa data penjualan, meruncingkan target pasar, akutansi untuk pemilik bisnis, alternatif sumber permodalan, dasar administrasi, perekrutan dan training (SDM) dan cara membangun tim yang solid.

 

#3. Tahapan perancangan sistem

sistem bisnis

Memiliki bisnis yang memiliki sistem yang matang, sudah terkelola dengan baik  serta mampu berjalan sendiri adalah idaman pengusaha profesional. Hal ini supaya anda memiliki pendapatan pasif dan bisa berjalan jalan dan melakukan hal lain untuk pengembangan diri, sembari bisnis anda tetap berjalan dan menghasilkan.

Baca juga : 20 Ide Bisnis Antimainstream Paling Beda dan Prospektif di tahun ini

Oleh karen aitu anda sebenarnya membutuhkan yang namnya sistem dalam perusahaan. Konsep dari sistem adalah mendokumentasikan semua aktivitas perusahaan agar mudah diduplikasi dan sebagai acuan standarisasi. Segala aturan dalam perusahaan tidak mungkin berjalan dengan harmonis, tanpa adanya kepemimpinan yang benar.

Anda sebagai seorang pemimpin perlu mengasah kemampuan leadership. Beberapa ilmu yang wajib untuk anda pelajari pada fase ini seperti memperjelas Visi Misi perusahaan, penyederhanaan sistem, menciptaan struktur organisasi, pemahaman alur dan proses perusahaan, pembuatan SOP,  KPI dan Indikator kerja yang benar, dan juga belajar leadership paling utamanya.

 

#4.  Tahapan ekspansi bisnis

ekspansi bisnis

Setelah sistem sudah tertata rapi dan teruji, saatnya untuk berekspansi atau istilah lainnya menduplikasi kesuksesan bisnis anda ke wilayah lainnya. Konsepnya bisa jadi membuka cabang, franchise, lisensi, stokis, atau jenis ekspansi lainnya yang memperkenalkan bisnis anda ke seluruh wilayah target.

Pada tahapan ini perlu kewaspadaan ekstra terhadap sistem yang sudah ada. Anda harus melakukan ujicoba, karena sistem yang belum teruji biasanya masih rawan kegagalan. Jangan terburu-buru anda perjual belikan yang kemungkinan akan merugikan calon konsumen anda nantinya. Tentunya ini akan menurunkan kredibilitas bisnis anda.

Pada dasarnya ekspansi usaha adalah sarana untuk melebarkan sayap distribusi. Maka dari itu perlu dipelajari materi lanjutan tentang alternatif saluran distribusi yang sesuai untuk produk atau jasa anda. Beberapa ilmu yang perlu dipelajari pada fase ini seperti etika dalam berbisnis, distribusi lanjutan, pengelolaan pusat distribusi, penggunaan  teknologi informasi, kerjasama dan legalitas dan jebakan hukum yang perlu anda hindari.

 

#5. Tahapan investasi bisnis

investasi bisnis

Tahap ini adalah momen dimana uang lah yang bekerja untuk anda, bukan sebaliknya. Akan tetapi tanpa ilmu yang tepat, uang dan aset anda tentu akan rawan hilang. Apabila anda sudah mampu menjalani tahapan bisnis sebelum ini, maka seharusnya ilmu dan pengalaman analisis bisnis anda sudah mumpuni.  Sehingga sudah mampu menentukan dimana tempat dan waktu yang tepat untuk berinvestasi.

Baca juga : Contoh dan Cara Membuat Business Plan UMKM Sederhana

Akan tetapi ada istilah yang mengatakan “I know what to do, but I don’t do what I know” yang membuat para investor hanya tergiur terhadap keuntungan tinggi tanpa mempertimbangkan resiko kegagalan yang tinggi pula menunggu di belakangnya. Ingat apa yang anda dapatkan selama 10 tahun terakhir akan hilang dengan tiba-tiba apabila anda salah dalam mengambil keputusan dan anda tidak patuh terhadpa aturan yang ada.

Pada fase ini anda akan lebih banyak memiliki waktu untuk kegiatan sosial anda, karena penghasilan pasif anda telah mengalir dan akan terus mengalir. Beberapa ilmu yang perlu anda pelajari pada fase ini adalah  pola pikir investor, rencana keluar dari masalah, pos investasi, valuasi bisnis, lokasi ekspansi,  jual beli bisnis, venture capital
dan juga social responsibility.

 

#6. Tahapan pensiun dan masa tua

pensiun bisnis

Pada tahapan ini seharusnya anda sudah tidak memikirkan bisnis anda lagi. Dalam dunia kesehatan dikenal sebagai regenerasi. Anda sudah harus memiliki penerus yang bisa mengurus dan mengembangkan usaha anda, baik itu anak, saudara atau teman anda. Pilihlah yang memang benar benar mengerti tentang bisnis anda luar dalam. Alangkah lebih baiknya apabila anda mengikutsertakan penerus bisnis tersebut beberapa tahun sebelumnya agar dia bisa belajar mengenai mekanisme bisnis yang sedang berjalan dari tahun ke tahun.

Namun pensiun bukan berarti berhenti total dari bisnis yang anda kelola. Anda tetap bisa menjadi pengawas dan memberikan arahan serta rekomendasi kepada penerus bisnis anda. Hampir sama pada tahapan kelima, pada fase ini anda lebih banyak melakukan kegiatan sosial, menikmati masa tua bersama keluarga dan fokus untuk beribadah mempersiapkan bekal akhirat.

 

Baca juga : Daftar Kesalahan Pebisnis UMKM yang Sering Dilakukan dan Cara Mengatasinya

Baiklah sekian pembahasan bisnis dari ukmsumut mengenai Beberapa Tahapan Pertumbuhan Bisnis Harus Dipelajari Pengusaha UMKM. Semoga anda yang membaca artikel ini bisa terinspirasi dan menambah wawasan untuk segera memulai bisnis dan melalui berbagai tahapan diatas. Jangan lupa share artikel ini dan berikan komentar anda dibawah.