Cara Memahami Laporan Bisnis UMKM Terbaru Tahun 2019

Memulai bisnis dan mengembangkannya bukanlah hal yang mudah. Terlebih saat sekarang persaingan bisnis semakin ketat. Dibutuhkan effort dan konsistensi yang luar biasa demi mendapatkan profit yang maksimal. Pada kesempatan kali ini, kosngosan akan memberikan pemahaman mengenai bagaimana cara yang paling tepat untuk memahami bisnis anda di tahun ini. Simak pembahasannya dibawah ya.

Ada banyak peluang bisnis yang bisa kamu coba, baik sebagai pekerja kantoran, mahasiswa atau bahkan pelajar sekolah sekali pun. Bagi mereka yang mulai berbisnis di usia muda, wirausaha sudah menjadi “the way of life” nya mereka. Tidak terpisahkan dan dilakukan dengan happy dan sepenuh hati. Kamu bisa lihat beberapa pengusaha terkenal di Indonesia yang berusia lanjut dan masih menyukai bisnis mereka seakan tidak mau berhenti.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kamu cukup peduli dengan laporan keuangan dalam bisnis mu? Apakah kamu memahami fungsi dan makna dari beberapa laporan keuangan tersebut?

Baca juga : Step by Step Perkembangan Bisnis UMKM

Apabila kamu tidak tahu tujuan dari setiap laporan keuangan tersebut maka kamu seperti menyetir sebuah pesawat ulang alik. Pada saat kamu melihat dashboard pesawatnya, kamu tidak tahu apa yang harus dipencet, apa fungsi dari speedometer dan angka-angka yang di tunjukkan di sana. Kira-kira seperti itulah kondisi kamu sekarang ini.

Apa yang kamu fokuskan dalam usaha mu? Bagaimana kalau mimin memberikan 2 pilihan yaitu omset atau profit? Sebagian dari kamu akan menjawab omset. Karena itu adalah hal yang cukup familiar didengar bukan

Ketahuilah bahwa sebagai seorang pengusaha, sangat disarankan bahwa yang kamu pedulikan bukan hanya omset. Tapi profit atau untung. Ini karena sebagai pengusaha kamu sudah mengeluarkan usaha dan begitu banyak, waktu dan membuang beberapa kesempatan emas mu hanya untuk mengembangkan bisnis mu. Artinya kamu sudah pasti menginginkan keuntungan bukan?

Apakah menurutmu lebih penting keuntungan atau kas ? Kalau kamu menjawab kas, karena iya, kamu punya untung tapi pada saat kamu mau membayar sesuatu kamu tidak punya kas nya sama juga bohong. Ada sebuah pepatah yang mengatakan sales is vanity. Omset adalah vanity atau kebanggaan.

Tapi kebanggaan tersebut akan percuma jika omset mu tinggi, namun profit tidak seberapa. Kamu harus waras. Kamu harus memikirkan bahwa berjualan itu harus ada profit. Selain itu perhatikan bahwa kalau kamu punya untung tapi ujung-ujungnya kamu tidak punya duit real yang bisa kamu pegang. Lalu bagaimana kamu akan membayar tagihan? Bagaimana mungkin kamu bisa menggaji diri sendiri?

 

Memahami bisnismu dari membaca laporan keuangan utama

Disini kita akan membahas mengenai apa fungsi dari 3 laporan utama supaya kamu mengerti kegunaan dari masing masingnya. Berikut adalah beberapa laporan yang harus ada agar kamu bisa memahami betul mengenai bisnis mu :

 

Laporan arus kas

Pertama adalah apakah kamu memiliki laporan arus kas di dalam bisnismu? paling sederhana apa itu laporan arus kas. Dalam laporan arus kas, kamu mencatat duit yang masuk dan duit yang keluar.

Baca juga : Cara Ternak Uang dari Bisnis Properti di tahun Ini

Simpelnya adalah laporan tersebut akan dimulai dengan angka tertentu yang kamu punya katakanlah bisa di awal bulan. Lalu ada duit masuk dan ada duit keluar. Pada akhir bulan ada angka terakhir yang kamu punya itulah laporan arus kas.

Laporan ini akan memberitahu mu apakah di akhir bulan kamu punya uang yang cukup, kas yang cukup yang nyata yang bisa kamu bayarkan untuk sesuatu yang bisa kamu tarik. Itulah laporan arus kas. Jadi pastikan kamu memiliki laporan ini dalam bisnis mu karena peranannya sangat penting.

 

Laporan laba rugi

laporan keuangan

Selanjutnya yang kamu ingin tahu adalah apakah bisnis mu itu menguntungkan atau tidak selama ini kamu jalankan. Kamu akan mengetahuinya apabila kamu sudah memiliki yang namanya laporan laba rugi atau profit and lost report.

Apa yang akan kamu catat dari laporan laba-rugi? Seperti duit yang keluar masuk tadi, mana yang di golongkan sebagai duit yang termasuk penjualan dan mana duit yang termasuk pengeluaran atau biaya. Biaya nanti akan terbagi menjadi biaya tidak tetap dan biaya tetap. Biaya tidak tetap biasanya adalah hal yang bersifat pengeluaran terkait dengan penjualan. Sedangkan biaya tetap adalah biaya rutin yang kamu bayarkan.

Contoh biaya tidak tetap (variable cost) misalnya kamu menjual barang maka ongkos barang yang kamu beli pertama kali ditambah biaya packaging bila ada, itulah yang menjadi biaya tidak tetap. Karena itu hanya muncul saat terjadi penjualan atau biaya delivery saat ada penjualan.

Baca juga : Contoh Pembuatan Rencana Bisnis UMKM yang Sederhana Format Doc

Biaya tetap (fixed cost) merupakan hal yang terkait pembayaran tagihan setiap bulan yang harus dibayarkan seperti gaji, sewa, dan lain sebagainya. Sangat simpel sekali bukan? Jadi bagaimana kita akan mengetahui keuntungan atau kerugian dalam bisnis? Tentu bisa dihitung dari nilai penjualan dikurangi dengan pembiayaan itulah yang dinamakan dengan untung atau rugi.

 

Laporan neraca atau balance

Sekarang kamu masuk pada yang ke tiga. Mungkin jarang atau orang tidak familiar dengan jenis laporan ini adalah neraca atau balance. Apa manfaat dari laporan neraca ini? kamu bisa melihat nilai dan kesehatan dari bisnismu sendiri. Apakah cukup sehat untuk diteruskan atau justru bisa tidak sehat dalam jangka panjang.

Laporan neraca akan mencatat berbagai aset yang kamu punya dalam perusahaan, mencatat hutang-hutang yang kamu punya dan juga mencatat modal yang kamu punya.

Aset yang kamu punya bisa berupa seperti uang kas di bank, stok yang kamu beli yang kamu tumpuk digudang, ditambah kendaraan, gedung, dan aset lainnya. Jadi kamu harus memahami konsep aset adalah hal yang kamu miliki dalam bisnis mu.

Sementara hutang adalah kewajiban yang harus kamu bayarkan. Kamu meminjam duit dari bank, Kamu pinjam uang dari manapun, kamu catat sebagai hutang.

Terakhir modal yang merupakan kekayaan kamu sendiri. Mungkin bisa dalam bentuk modal yang telah kamu setorkan di awal, laba perusahaan dari periode tertentu akan masuk ke sini dan juga laba di tahan .

 

Baca juga : 20 Ide Bisnis Paling Gila Antimainstream namun Prospektif di tahun Ini

Sekian yang bisa kita bahas mengenai bagaimana cara yang paling mudah dalam memahami bisnis mu lewat 3 laporan keuangan yang wajib ada. Semoga kamu bisa menjadi pebisnis atau enterpreneur yang sukses dalam mengembangkan usaha. Salam wirausahawan muda!

Tinggalkan Balasan