Contoh dan Cara Membuat Business Plan UMKM Sederhana

Bisnis UMKM memang telah menjadi trend bisnis skala kecil yang selalu bertahan dari badai krisis. Terbukti ada banyak pelaku bisnis UMKM yang menjadi sukses dengan memulai bisnis kecilnya dari awal. Dengan konsistensi dan pantang menyerah, mereka membangun bisnis dan menjual produk atau jasa kepada konsumen menggunakan manajemen yang sederhana.

Tentunya dalam membangun bisnis kecil seperti UMKM memang tetap membutuhkan effort yang senantiasa diperlukan dari awal. Dengan menyusun sebuah business plan, tidak hanya bisa membantu anda ketika mendirikan usaha pertama kali, tapi juga saat bisnis tersebut sedang berkembang dan lagi dinamisnya.

Bagi anda yang masih asing mendengar istilah business plan, bisa kami jelaskan sedikit mengenainya. Business plan bisa diartikan sebagai sebuah rencana bisnis atau peta yang tertulis mengenai masa depan bisnis anda. Sebuah dokumen yang memberitahukan apa yang anda lakukan dan bagaimana anda membuat rencana untuk melaksanakannya

Baca juga : 20 Ide Bisnis Paling Unik, Gila yang Beda Namun Menguntungkan di tahun Ini

Secara sederhana business plan merupakan serangkaian langkah apa saja yang akan anda lakukan untuk mencapai target dalam kurun waktu tertentu, misalnya dalam satu semester, setahun atau beberapa tahun ke depan. Pada umumnya business plan menggambarkan proyeksi mengenai target yang ingin anda capai.

 

Pentingnya Business Plan untuk Pelaku UMKM

Mengapa business plan sangat penting untuk dimiliki pelaku bisnis kecil seperti anda? Ada beberapa alasan kenapa anda harus memilikinya, diantaranya

 

Untuk mengetahui berapa dana yang dibutuhkan

Business plan membantu anda menghitung berapa banyak dana dan modal usaha yang anda butuhkan. Membuat business plan mau tidak mau, mengharuskan anda untuk melihat keuangan anda. Darimana sumber dana anda, ke mana dana itu akan digunakan dan juga apakah jumlah tersebut akan cukup, tidak hanya pada saat membangun business, tapi juga saat business tersebut telah berjalan.

 

Membantu anda agar tetap fokus

Memulai business artinya Anda akan memiliki banyak hal yang harus dipikirkan. Hal-hal tersebut bisa membuat Anda kewalahan dan jadi hilang fokus. Membuat garis besar tentang rencana business dan misi Anda akan membantu Anda menentukan tujuan dan tetap pada jalurnya.

 

Membantu menghadapi persaingan

Salah satu bagian dari membuat business plan adalah melakukan riset terhadap pasar produk anda. Menganalisa persaingan pasar bisa membantu anda menentukan harga serta menargetkan konsumen atau pelanggan yang tepat untuk bisnis anda, sekaligus memberikan ide bagaimana membuat business anda lebih unik dibandingkan dengan business lain yang sejenis.

Baca juga : Prospek Bisnis dari Berjualan Foto Hasil Jepretan Kamera Smartphone

 

Cara Membuat Business Plan yang Baik dan Benar

Membuat business plan sebenarnya tidaklah sulit, hanya dibutuhkan ketelitian dalam mencatat setiap poin yang dibutuhkan. Berikut adalah beberapa hal yang harus ada dalam business plan :

 

Deskripsi bisnis anda

Tuliskan siapa anda dan apa yang akan dilakukan selama proses mencapai target yang telah ditulis sebelumnya. Tulis juga mengenai harapan pasar terhadap bisnis yang anda miliki saat ini. Sebenarnya ini lebih kepada visi tetapi cobalah ditulis secara sederhana dan masuk akal.

 

Target yang ingin dicapai

Tulislah apa yang ingin anda capai bersama bisnis yang anda jalankan. Cukup tulis satu atau dua baris saja. Tulis secara jelas beserta tahun ke berapa target bisa tercapai.

 

Produk yang ditawarkan

Buatlah daftar terhadap produk atau jasa yang akan Anda tawarkan. Beri keterangan atau informasi, seberapa penting produk atau jasa tersebut bagi konsumen. Anda bisa membuatnya dalam bentuk uraian singkat atau pun bentuk tabel.

 

Hasil analisis pasar

Pada bagian ini, Anda perlu menjelaskan jenis business yang Anda geluti. Ketahui pasar dengan cara seberapa besar pasar membutuhkan produk atau jasa. Yang paling mudah untuk melakukannya adalah coba tanyakan pada diri sendiri apakah anda juga membutuhkannya?

 

Hasil analisis kompetitor

Tuliskan analisis kompetisi atau tingkat persaingan dari business anda. Misalnya, berapa banyak pesaing yang dimiliki saat ini? Apakah hanya satu atau lebih? Apa saja cara atau strategi yang digunakan oleh pesaing anda untuk mendatangkan pengunjung ke tempat mereka? Berapa harga yang ditawarkan oleh para pesaing ?

 

Strategi Pemasaran

Setelah anda mengetahui strategi apa saja yang digunakan para kompetitor, silahkan buatlah strategi anda sendiri untuk mendatangkan pengunjung atau calon pembeli kedalam bisnis. Anda bisa meniru apa yang telah dilakukan kompetitor namun dengan menambah atau memodifikasinya sesuai dengan keahlian dan kemampuan.

Baca juga : Perbedaan Pengusaha dan Pedagang, Cara Naik Level ke Pebisnis

Apabila anda tidak bisa menanganinya sendiri mengenai strategi pemasaran ini, masih ada orang lain yang bisa membantu. Contohnya yang membuka jasa periklanan di media sosial dan sebagainya.

 

Perhitungan Dana yang Dibutuhkan

Hitung secara cermat sumber dana yang akan digunakan. Paling mudah buatlah sebuah tabel dengan dua kolom. Kolom pertama berisi pengeluaran dan kolom kedua berisi keuntungan. Batasi juga pengeluaran dengan menuliskannya, sehingga anda bisa memperhitungkan secara cermat berapa jumlah yang dikeluarkan dan apa yang akan anda dapatkan.

 

Contoh Business Plan UMKM Sederhana

Setelah mempelajari bagian bagian penting dari business plan yang baik dan benar, maka kami akan memberikan salah satu contoh business plan atau rencana bisnis sederhana dibawah ini. Cukup scrool file-nya untuk melihat lebih lengkap :

Itu adalah dokumen word yang diembed dari google document. Bila anda melihat letaknya sedikit berantakan, mungkin karena hasil embed yang masih tidak compatible. Contoh business yang asli teratur, tidak seperti diatas. Anda bisa preview atau langsung mengunduh file nya dalam bentuk doc setelah mengklik tautan disini

 

Baca juga : Cara Mendapatkan Profit Gede dari Reseller tanpa Banting Harga

Bagaimana sudah siap membuat business plan yang baik dan benar? Harus siap. Karena seorang pebisnis sejati tidak akan serampangan terjun langsung ke dalam dunia bisnis tanpa persiapan. Harus ada perencanaan matang dalam setiap keputusan yang diambil, dan business plan adalah salah satunya.