Perbedaan Aset, Omset, Income, Revenue dan Profit dalam Bisnis UMKM

Menjadi pebisnis harus mengetahui beberapa konsep dan istilah penting dalam dunia bisnis supaya kamu bisa melakukan perencanaan bisnis dengan baik. Beberapa konsep penting dalam laporan keuangan bisnis seperti Aset, Omset, Income, Revenue dan Profit harus kamu ketahui secara detail.

Tidak perlu mengambil jalan mengambil jurusan bisnis, cukup dengan membaca artikel ukmsumut dibawah ini. Kami akan memaparkan beberapa materi mengenai kelima konsep perhitungan anggaran bisnis diatas sesederhana mungkin, supaya kamu tidak kebingungan dalam membahasnya.

Pengalaman seseorang sebagai seorang pengusaha pemula, tentunya pengusaha tersebut yang dipikirkannya hanyalah dua hal yaitu bagaimana mendapatkan modal untuk memulai atau mengembangkan bisnis dan yang kedua adalah bagaimana mendapatkan keuntungan atau profit?

Nah apabila kamu hanya memikirkan kedua hal tersebut, secara nyata itu memang keliru karena cash flow keuangan bisnis mu akan kacau. Ukmsumut akan membahas perbedaan antara Aset, Omset, Income, Revenue dan Profit sehingga akan menambah wawasan bisnis mu juga

Baca juga : 32+ Peluang Bisnis Setelah Lulus Kuliah, Unik 100%

Kita akan berbagi sebuah analogi terlebih dahulu. Analogi ini berasal dari ada satu orang pemuda bernama Marpaung yang ingin membuka sebuah usaha. Dia ingin mempunyai sebuah usaha yang besar, tetapi Marpaung ini hanya memiliki duit 100 ribu saja.

Kemudian hari dia terpikir kalau dia hendak berjualan baju saja. Keesokan harinya marpaung mencoba berjualan baju dengan modal 100 ribu. Dia belanja baju 1 pcs dengan harga 100 ribu. Besoknya bajunya tersebut dijual dengan harga 150 ribu.

Disini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pertama Marpaung punya modal 100 ribu dan dia mempunyai keuntungan 50 ribu. Pertanyaan nya disini adalah berapakah omset Marpaung? Berapakah aset si Marpaung? Berapakah profit, income dan reveneu dari bisnis Marpaung tersebut?

Konsep Aset dalam Bisnis

Aset itu ada 2 jenis yang pertama adalah aset usaha dan yang kedua adalah aset tabungan. Disini kita akan lebih fokus ke aset usaha. Aset usaha Marpaung memiliki duit 100 ribu. Kita biasanya menyebut itu modal, dan ternyata itu adalah aset si Marpaung.

Menurut laman wikipedia, Aset atau aktiva merupakan sumber ekonomi yang memberikan manfaat usaha, atau dengan kata lain semua hak yang dapat dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau bisnis. Jadi dalam hal ini asetnya adalah sejumlah uang yang dimiliki Marpaung tadi. Jadi dia memiliki aset 100 ribu rupiah.

Konsep Omset dalam Bisnis

Pertanyaan yang kedua berapakah omset Marpaung? Omset merupakan hasil dari penjualan yang sudah Marpaung lakukan dengan menjual satu unit kaos seharga 150 ribu. Berarti omset Marpaung adalah modal ditambah dengan keuntungan yaitu 150 ribu, itu adalah omsetnya.

Baca juga : 7 Kesalahan Rencana Bisnis UMKM dan Cara Mengatasinya

Dalam pengertian resminya, omset adalah nilai bersih dari semua pendapatan perusahaan atau bisnis yang berasal dari penjualan produk atau layanan.

Konsep Profit dalam Bisnis

Ketiga, berapakah profit dari bisnis Marpaung? Profit itu bahasa mudahnya adalah keuntungan. Konsep ini sangat umum tetapi beda bahasa. Jadi bisa disimpulkan bahwa profit Marpaung adalah 50 ribu yang berasal dari selisih harga jual dikurangi modal dan biaya-biaya lainnya.

Konsep Revenue (Pendapatan) dalam Bisnis

Pengertian pendapatan lebih menitik beratkan kepada seluruh duit yang kita terima dari hasil penjualan barang atau jasa tersebut. Untuk itu revenue dari bisnis Marpaung tadi adalah sebesar 150 ribu. Jelas berbeda dengan konsep omset yang menitikberatkan kepada apa yang menjadi milik kita (bisa saja karyawan, gedung, mesin, alat dll) sementara revenue fokus kepada berapa yang sudah kita dapatkan dari penjualan dalam bentuk uang.

Konsep Income (Penghasilan) dalam Bisnis

Konsep income itu sama dengan profit atau keuntungan, karena dalam konteks keuangan, penghasilan hampir selalu mengacu pada laba bersih. Income adalah total uang tunai yang tersisa dari jumlah pendapatan (revenue) setelah menambahnya dengan pendapatan tambahan yang ada dan menguranginya dengan semua biaya yang dikeluarkan. Nah pada studi kasus diatas, income dari bisnis Marpaung adalah sebesar 50 ribu.

Cara Membedakan 5 Aspek tersebut berdasarkan fungsinya masing masing

konsep bisnis

Banyak sekali permasalah bagi pengusaha pemula, yaitu mereka tidak bisa membedakan antara aset omset dan profit. Kita akan bahas fungsi nya supaya bisa memperjelas dan membantu mu dalam memahaminya.

Fungsi aset itu jelas yaitu untuk perputaran usaha. Perputaran bisnis disini jadi jangan sampai duit aset tadi terpakai untuk kebutuhan pribadi, misalnya untuk keluarga dan orang terdekat. Atau misalnya penjualan produk terpakai untuk makan siang.

Baca juga : Jenis Jenis Pendapatan dalam Bisnis UMKM

Fungsi dari omset adalah untuk perputaran setiap bulannya. Cash flow perputaran setiap bulan omset itu bukan duit kamu semuanya, karena ada aset dan profit juga didalamnya.

Fungsi profit, baru bisa dipakai untuk kebutuhan sehari hari, karena inilah yang sebenarnya menjadi sumber gaji kita sebagai pengusaha.  Banyak pengusaha pemula ketika mendapat profit, lalu kemudian mereka habiskan semuanya. Ini adalah kesalahan besar, karena kamu tidak akan bisa maju dan memiliki  usahanya besar bila kamu selalu menghabiskan profit bisnis mu.

Idealnya ketika mendapatkan profit kamu bisa menyisihkannya berapa persen untuk investasi ke aset usaha supaya usaha nya bisa lebih besar lagi, dalam artian bisa ekspansi. Seperti contoh Marpaung tadi yang asetnya 100 ribu dan profit-nya adalah 50 ribu.

Apabila misalnya Marpaung menyisihkan 20 ribu dari profit untuk masuk kedalam aset bisnis-nya, maka dia aset yang 120 ribu tadi  bisa membeli kaos yang lebih banyak lagi, bukan? Harusnya setiap bulan seperti itu kalau usahanya mau besar.

Akan tetapi kalau memang kamu maunya bisnis yang stagnan, statis atau tidak berkembang ya kamu bisa saja menghabiskan seluruh profit yang ada, maka perputaran uannya sebegitu saja setiap harinya. Baik aset, omset dan profit mu juga akan segitu saja, tidak berkembang.

Tentunya semua orang juga ingin mendapatkan hal yang lebih dong? Karena sifat dasar dari manusia itu sendiri tidak pernah puas, maka bisnis akan terus berkembang, berekspansi dengan cara sederhana, yaitu menyisihkan profit sekian persen untuk menambah aset atau modal. Dengan demikian kamu akan mendapatkan omset dan profit yang juga lebih besar lagi.

Baca juga : Cara Memahami Laporan Bisnis UMKM Terbaru

Bagaimana, apakah kamu sudah bisa membedakan beberapa istilah bisnis diatas? semoga saja kamu menjadi pengusaha umkm yang maju pola pikirnya. Kamu juga harus belajar mengenai hal teknis diatas untuk mengatur keuangan bisnismu secara mandiri. Terimakasih sudah berkunjung di ukmsumut.