menghitung margin waralaba
menghitung margin waralaba

Cara Menghitung Margin Bisnis Franchise (Waralaba) Secara Sederhana

Memiliki modal besar tetapi bingung hendak memulai bisnis apa? Mulailah mencoba bisnis waralaba atau dalam istilah kerennya franschise. Anda bisa lihat ada banyak bisnis franchise yang menjamur di daerah anda. Mengapa bisnis ini bisa begitu berkembang pesat ketimbang bisnis yang dimulai dari awal?

Mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian franchise. Waralaba merupakan suatu bentuk kerjasama dimana salah satu pihak diberikan hak untuk mengkomersialisasikan kekayaan intelektual, penemuan atau ciri khas dari suatu usaha yang dimiliki pihak lain dengan adanya pemberian royalti berdasarkan syarat dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya, termasuk penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Baca juga : Tips Langkah Awal Memulai Bisnis dengan 5 Kekuatan Dasar yang Sederhana

Anda perlu mengetahui istilah yang ada dalam sistem franchise itu sendiri. Seperti misalnya :

  • Franchisor, yakni pihak pemberi waralaba, yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas suatu brand dan material
  • Franchisee, yaitu pihak yang menerima waralaba yang diberikan hak untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektualnya.
  • Franchise Fee, biaya awal waralaba yang harus anda keluarkan diawal sebelum memulai bisnis waralaba

Sebelum membahas mengenai cara manghitung margin bisnis waralaba, kita bahas terlebih dahulu mengenai prinsip bisnis franchise. Bisnis ini adalah seperti orang membeli sebuah sistem yang sudah memiliki brand yang sudah ada untuk kemudian dipakai lagi dengan modal yang dia miliki.

Kalau membeli sistem biasanya ber licenci orang itu diberi hak untuk menggunakan sistem yang kita miliki tapi kalau model dalam memulai bisnis, tetapi dengan menggunakan produk kita.  Dengan modal franchise.

Kembali ke topik pembahasan, untuk pembagian margin punya banyak sekali komponennya. Kalau anda mau sistemnya bagi hasil, itu namanya kerja sama. Tapi kalau murni franchise, franchise ini biasanya bentuknya royalty. Dan royalty ini di tentukan oleh 2 hal yaitu :

  • Seberapa besar margin yang dinikmati oleh franchisy
  • Seberapa besar pangsa pasar sehingga tidak merugikan franchisy

Setelah mempertimbangkan margin berdasarkan kedua hal tersebut, maka anda bisa memilih beberapa metode penentuan margin sebagai berikut :

 

Metode Fix Royalty

Baiklah kita ambil satu contoh kalau anda menggunakan fix royalty, berarti naik turun penjualan itu tidak ada pengaruhnya dengan pembagian hasil. Fix pokoknya setiap bulan harus bayar, misalnya 10 juta. Perkara mau omset turun atau omset naik tidak akan berpengaruh apa-apa.

Baca juga : 10 Peluang Bisnis Anak Muda Milenial yang Prospektif di Tahun Ini

Sistem ini merupakan salah satu opsi untuk franchise yang lebih ringan tapi hanya bagi franchise dengan sort term atau jangka waktu yang pendek. Anda harus bisa percaya dan yakin bahwa setiap bulannya misalnya akan mendapatkan keuntungan yang bisa membayar royalti sebesar 10 juta tersebut.

 

Metode Margin Royalty

Nah sistem yang kedua adalah model yang berdasarkan margin, dimana dari margin atau dari sales (gross sales) royaltynya adalah, misalnya 2, 3, 4 atau 5% dari penjualan setiap bulannya.  Untuk besarannya, antara 2-5% sebetulnya sudah sangat besar.

Mengapa? Karena diambil dari gross penjualan. Seperti misalnya penjualan anda sebesar 100 juta per bulannya, kita ambil 5% berarti kita hanya mengambil 5 juta. Untuk net profitnya hanya 10%. net profit dengan 10% berarti itu sudah fifty-fifty dengan franchise. Jadi 5% bisa sangat besar kalau net marginnya kecil.

Kalau misalnya net marginnya 20% itu sudah seperempat dari harga net profit dari franchise. Jadi anda bisa menentukan seberapa besar net profit yang dinikmati franchaise. Hal itu bisa menentukan ada berapa yang mau anda ambil, apakah mau sistem fit atau sistem bagi hasil.

 

Baca juga : Tips Memulai Usaha Waralaba Franchise di Medan Sumatera Utara

Anda harus membuktikan minimal 5 tahun. Dengan waktu selama itu anda harus sudah buka cabang dan semua cabang anda sudah harus menguntungkan. Ini akan membuktikan sistem yang anda pilih berjalan dengan tepat. Dengan demikian anda bisa memastikan bahwa produk atau layanan yang anda jual cukup profitable untuk dikembangkan dimasa depan.

Demikianlah pembahasan kita mengenai Cara Sederhana Menghitung Margin Bisnis Franchise atau Waralaba kali ini, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin segera memulai bisnis waralaba. Berbisnis yang baik tentu saja dengan pertimbangan dan rencana yang matang sebelum memulainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.