Jenis Jenis Pendapatan dalam Bisnis UMKM

Dalam bisnis selalu dikatakan bahwa pendapatan yang diraih dari omset penjualan adalah salah satu alasan mengapa manusia melakukan kegiatan ekonomi. Pendapatan adalah alasan mengapa anda, kami dan kita semua melakukan kegiatan bisnis untuk pemenuhan hidup dan mencapai tujuan lain.

Bisnis UMKM sebagaimana jenis bisnis lain dengan skala menengah kebawah, memang tidak bisa dibandingkan dengan pendapatan perusahaan besar dengan omset dan skala produksi besar. Namun bukan tidak mungkin pendapatan bisnis umkm lebih stabil dan aman dari krisis ekonomi.

Pada artikel UKMSUMUT kali ini, kita akan membahas mengenai beberapa jenis income yang harus kamu ketahui sebelum Kamu ingin menjadi seorang pebisnis besar. Tentunya pendapatan selalu erat kaitannya dengan cara atau pola seseorang dalam bekerja.

Pertanyaannya pekerjaan seperti apa yang dilakukan orang sukses, dan bagaimana cara mereka mengelola keuangan mereka ketika memulai suatu bisnis, katakanlah jenis bisnsi UMKM? Sehingga mereka mendapatkan penghasilan diatas rata-rata?

Kebanyakan mindset pada masyarakat percaya bahwa jika kamu ingin memperoleh penghasilan maka kamu harus bekerja secara aktif, bukan pasif. Kamu sangat jarang sekali diberikan penmbelajaran mengenai cara membangun atau membeli suatu sistem dan aset yang ternyata mampu memberikan penghasilan yang lebih besar ketimbang bekerja secara aktif menggunakan fisik dan tenaga misalnya.

Baca juga : Kesalahan Bisnis yang Sering Dilakukan oleh Pelaku UMKM

Apabila kamu mengetahui hampir semua orang sukses merupakan orang yang bisa mengelola dengan baik ketiga sumber income yang akan kita bahas dibawha ini. Penasaran? Jadi berikut beberapa jenis income atau pendapatan yang akan kita bahas.

 

#1. Active Income atau Pendapatan aktif

Income aktif adalah pendapatan yang diperoleh karena kamu bekerja secara aktif. Seperti ketika seseorang yang berprofesi sebagai karyawan yang berkerja setiap hari dalam sebulan akan mendapatkan gaji, bonus dan tunjangan.
Kekurangan dari income ini adalah jika amu tidak bekerja maka kamu tidak mendapatkan penghasilan, seperti pepatah yang mengatakan waktu adalah uang.

Bagaimana dengan seorang pebisnis seperti pelaku umkm? Apakah mereka termasuk golongan income aktif? Pebisnis umkm misalnya adalah yang masih tergolong dalam kategori ini, yaitu mereka yang bisnisnya kebanyakan masih dikerjakan sendiri atau masih (self employee).

Sekalipun kamu sudah tidak bekerja kepada orang lain namun belum ada sistem atau orang yang bekerja untuk kamu. Lalu kapan seorang pebisnis tidak disebut memiliki income aktif? Lihat pada jenis income kedua.

 

#2. Passive income atau Pendapatan pasif

Income pasif merupakan pendapatan yang berasal dari sebuah sistem yang sudah berjalan atau bekerja. Bagaimana cirinya? Sederhananya income pasif akan kamu peroleh ketika berhenti bekerja, namun uang tetap terus mengalir kedalam sakumu. Keren tidak?

Ini terjadi karena ada sistem yang bekerja mencarikan uang untuk kamu. Dengan adanya sistem yang dijalankan tersebut, bukan berarti seseorang tidak melakukan usaha untuk mendapatkan income pasif. Untuk menghasilkan income pasif kamu tetap harus berusaha untuk menjalankan sistem yang ada.

Apabila sistem sudah berjalan baik, maka laju keuangannya tetap berjalan dan menghasilkan income. Contohnya seorang blogger atau youtuber yang harus berusaha keras untuk menghasilkan artikel tulisan atau video yang berkualitas dan banyak dicari orang.

Baca juga : Rahasia Beternak Uang dari Bisnis Properti tahun Ini

Setelah banyak pengunjung, visitor, viewer dan subscriber maka kamu bisa mendapatkan uang dari pemasangan iklan google adsense. Keuntungan memiliki income pasif tentu saja fleksibilitas waktu. Artinya kamu tidak perlu bekerja keras mengejar uang, tetapi uang datang karena adanya dukungan sistem.

Hal ini memungkinkan untuk menjadikan Kamu bebas keuangan atau bahasa kerennya financial freedom. Bayangkan jika income pasif mu lebih besar dari pengeluaran bulanan mu, menyenangkan sekali bukan? Untuk seorang pebisnis mampu dikatakan memiliki income pasif setelah memiliki sistem ini dimana semua atau sebagian besar pekerjaan di bisnisnya sudah tertata dengan baik serta mampu berjalan sendiri atau dijalankan orang lain.

 

#3. Portofolio income atau Pendapatan portofolio

Jenis pendapatan ini dihasilkan dari berinvestasi pada aset kertas atau portofolio. Kamu harus tahu bahwa investasi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu investasi pada aset real (yaitu yang bisa kamu rasakan, misalnya rumah, perhiasan, kendaraan dan lain-lain) serta investasi pada aset kertas (reksadana, saham, kontrak berjangka dan sebagainya).

Kamu dapat melakukan investasi dengan memberikan dana atau modal sesuai kemampuannya, dan mendapatkan laba keuntungan dari uang yang diinvestasikan. Intinya semakin besar modal yang diinvestasikan, maka kemungkinan semakin banyak pula penghasilan dari investasi.

Namun penghasilan dari hasil investasi ini biasanya berbanding lurus dengan resikonya. Semakin tinggi income yang akan dihasilkan, maka semakin tinggi pula resiko kerugian yang akan didapatkan. salah satu jenis investasi kertas yang sangat tinggi resiko sekaligus profitnya adalah investasi pasar uang atau valas.

 

Baca juga : 20 Ide Bisnis Gila yang Mungkin Bisa Anda Coba

Bagaimana, sudah bisa menambah pengetahuan mu mengenai pendapatan dalam bisnis? Bagi pelaku umkm, kamu juga harus sudah mulai memikirkan berinvestasi melalui instrumen portofolio, agar nantinya kamu bisa mendapatkan pendapatan passif, supaya tidak 100% bergantung dari bisnis yang saat ini sedang kamu kembangkan.

Terimakasih sudah berkunjung pada postingan ukmsumut mengenai Jenis Jenis Pendapatan dalam Bisnis UMKM kali ini, semoga bermanfaat. jangan lupa share tulisan ini dan berikan komentar mu dibawah. Terimakasih sudah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.