Tips dan Kiat Manajemen Keuangan Orang Tionghoa yang Terbukti Berhasil

Orang Cina atau Tionghoa sangat terkenal dengan kemampuan manajemen finansial atau keuangannya. Bahkan di Indonesia, streotype akan keberhasilan ekonomi orang-orang cina begitu banyak diceritakan. nah Pada kesempatan kali ini, blog ukmsumut akan membahas mengenai tips dan kiat manajemen bisnis ala orang Tionghoa atau orang Cina.

Sebenarnya Bagaimana cara mengatur keuangan yang baik dan benar? Tentu saja ada banyak tips yang dapat kamu terapkan seperti misalnya membuat laporan keuangan sehari-hari, melakukan penghematan dan juga berinvestasi berbagai instrumen investasi yang ada.

Mengapa orang Cina kebanyakan kaya dan sukses? Sebenarnya tidak hanya orang cina, setiap orang pun yang memiliki jiwa bisnis dan manajemen yang bagus tentunya akan lebih sukses dalam masa depannya. Baca juga : 7+ Sikap Pengusaha Ketika Menghadapi Kebangkrutan Bisnisnya

Intinya Apabila kita ingin berhasil dan sukses dari orang lain kita tidak punya pilihan kecuali harus bekerja dengan keras dan lebih rajin. Berikut beberapa tips dan kiat ala orang semua dalam mengatur kondisi finansial mereka.

 

Dalam Kepercayaan Konghucu, Menjadi Hemat merupakan Kebajikan

Menghargai uang dan berusaha selalu hemat tidak dapat dilepaskan dari nilai kepercayaan Konghucu. Dari The 8 Virtues atau 8 Nilai Kebajikan yang dianut oleh pemeluk Konghucu “Berbakti Pada Orang Tua” dan “Menjaga Integritas” sangat dekat dengan nilai hemat yang membuat kita dan kebanyakan orang Tionghoa mampu mengatur uang yang di miliki.

Pengertian berbakti kepada orangtua adalah bagaimana seseorang dapat menjaga sumber daya yang dimiliki keluarga demi kepentingan masa depan. Tidak boleh seorang anak menghabiskan harta keluarganya secara berlebihan dan irasional. Jika kamu belum mampu memberikan sesuatu untuk keluarga maka jalan terbaik yang dapat kamu tempuh adalah dengan tidak menghamburkan harta keluarga.

Nilai hemat erat kaitannya dengan nilai menjaga integritas, dalam kepercayaan Konghucu. Sesuatu yang tidak menjadi hak pribadi, tidak boleh diambil atau dihabiskan untuk kepentingan pribadi pula. Bahkan apabila suatu sudah menjadi hak seseorang perlu menggunakannya dengan hemat dan berhati-hati, supaya tidak memberikan dampak buruk bagi orang lain.

 

Membayar dengan Cash adalah Prioritas, Penggunaan Kartu Kredit Harus Dipertimbangkan Matang-Matang

Berhutang bukanlah hal yang wajar dilakukan oleh suku Tionghoa. Berhutang akan membuat seseorang yang berasal dari latar belakang Tionghoa insecure terhadap kondisi pinjaman mereka. Bisa jadi saat kondisi ekonomi memburuk suku bungan pinjaman ikut melonjak. Oleh karena itu sedapat mungkin mereka akan berusaha untuk selalu membayar kontan dalam setiap transaksi ekonomi.

Jika pun harus membayar menggunakan kartu kredit kerugian dan manfaatnya akan selalu dipertimbangkan secara baik. Jangan sampai hutang yang tercipta karena penggunaan kartu kredit gagal membawa keuntungan.

Kita pribadi sudah di doktrin oleh orang tua bahkan turun temurun. Dilarang berhutang atau ancaman nya dicorek dari kartu keluarga. Sangat kejam memang. Mending jadi kuli di pasar daripada berhutang.

 

Mewajibkan Uang Simpanan  untuk ditabung atau di investasikan

Nilai hemat berkaitan juga dengan kebiasaan menabung suku Tionghoa. Tidak hanya cerdik mengatur uang, karena kebiasaan suku yang satu ini sangat menjunjung tinggi penghematan juga membuat mereka cerdik dalam memilih lembaga keuangan. Bank yang dipilih tidak hanya harus menawarkan kemudahan tapi juga harus membawa keuntungan. Suku bunga yang kompetitif, rendahnya biaya administrasi, dan beragamnya jenis layanan yang berkualitas.

 

Gaji dan Income Bukan menjadi hal yang Tabu

Bagi beberapa orang membicarakan gaji dan income mereka adalah hal sensitif harus ditutupi. Namun tidak begitu dengan kebiasaan orang Tionghoa. Gaji dan income bukanlah privasi yang harus disimpan dan ditutupi. Saat mereka ditanya berapa gaji dan income mereka, jangan kaget kalau mereka akan ringan menjawabnya.

Baca lainnya : 32+ Peluang Usaha agar Sukses seperti Orang Tionghoa

Dalam kultur Tionghoa menanyakan gaji dan income adalah salah satu bentuk cara mengenal antara satu sama lain. Dengan mengetahui gaji dan income, seseorang kita akan tahu gaya hidup dan pilihan ekonomi yang akan diambilnya. Hal ini dipercaya dapat menghindarkan pemberian perlakuan yang salah pada orang lain terbukanya etnis Tionghoa soal pendapatan juga diyakini dapat jadi solusi agar mereka lebih mudah untuk saling membantu.

 

Manajemen Uangnya Handal, Kerja Keras Juga Tidak Dilupakan

Kegagalan atau kebangkrutan dalam usaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu proses menuju kesuksesan. Orang orang tionghoa, selalu optimis dan bekerja keras. Inilah yang selalu dimiliki oleh mereka yang memiliki tujuan untuk sukses dimasa depan. Sebenarnya terlepas dari apapun latar belakangmu, kamu tetap bisa melakukannya.

Tidak pernah mengeluh pada kebijakan pemerintah yang menyulitkan. Saat orang lain merasa tidak mungkin dapat orang orang ini akan gigih berkata “Aku pasti berhasil!”. Dan juga sangat dilarang untuk menyalahkan keadaan dan menyalahkan takdir atau Tuhan.

 

Baca juga : 11+ Alasan Usia Tua Belum Terlambat untuk Memulai Bisnis

Orang-orang tioghoa didoktrin oleh orangtua untuk berinvestasi pada gaji ke dua. Awalnya kamu akan berinvestasi dengan emas, perlahan semakin maju usaha semakin besar pula investasi. Mulai dari jam tangan sampai batu giok. Kamu juga harus berani mengambil resiko bermain pada berbagai investasi seperti properti, atau barang-barang mewah dan klasik.

Demikian pembahasan ukmsumut seputar manajemen finansial ala orang tionghoa yang memang sudah terbukti berhasil. Siapa pun kamu, apa pun sukumu, apabila kamu ingin sukses dan mandiri secara finansial, maka terapkanlah prinsip diatas. Niscaya kamu akan mendapati hasil yang lebih sukses dari kebanyakan orang. Percayalah.

Tekan tombol share untuk membagikan tulisan ini di media sosialmu seperti facebook dan twitter. Terimakasih sudah berkunjung di ukmsumut.