Peran Zakat Sebagai Wujud Pemberdayaan Ekonomi dan Bisnis Umat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim. ibadah ini merupakan salah satu tonggak dasar dalam perekonomian umat dengan asas tolong menolong antar sesama umat. ada banyak sekali perintah dalam Alquran dan hadis mengenai wajibnya seorang muslim mengeluarkan zakat.

Zakat dikeluarkan bagi yang diberikan kelebihan harta oleh Allah. ada juga yang dikategorikan sebagai penerima zakat yang disebut sebagai mustahik. beberapa jenis mustahik yang wajib menerima zakat adalah fakir, miskin, pengurus amil zakat, para mualaf, untuk memerdekakan budak, orang yang berhutang, orang yang jihad fisabilillah, jam terakhir orang yang melakukan perjalanan atau musafir.

Baca juga : Pengembangan Ekonomi Bisnis Berbasis Nilai Islam dan Syariah

Hukum zakat itu wajib, bagi mereka yang berkelebihan. zakat itu juga indah karena mencerminkan saling membantu sesama. Selain itu zakat itu menyuburkan dan meningkatkan harta benda. zakat juga memberikan ketenangan bagi pemiliknya serta berguna untuk membersihkan dan menyucikan harta

 

Peran Zakat sebagai Pertumbuhan Ekonomi

Zakat dapat mendorong investasi dan menghambat penimbunan harta. hal ini memberikan dorongan untuk membelanjakan harta membelikan barang konsumsi kepada mustahik.

Secara tidak langsung ini bisa menjadi faktor pendorong investasi dan pembelanjaan yang memiliki manfaat yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi. sekaligus meningkatkan konsumsi sehingga akan menciptakan permintaan yang efektif terhadap suatu produk di negara yang bersangkutan.

Pembelanjaan dana zakat secara transparan dan akuntabel, akan dapat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi Tanpa Rasa khawatir akan kekurangan permintaan ataupun menurunnya kesempatan kerja.

 

Zakat Sebagai Sumber Dana

Zakat menjadi salah satu sumber dana yang potensial yang bisa ditarik dari kaum muslimin yang memiliki kekayaan melimpah. besarnya zakat ditentukan berdasarkan jenis dan sifat dari sumber perolehan kekayaan tersebut. Dana zakat kemudian bisa dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis dan usaha

Pengumpulan zakat dapat ditingkatkan melalui lembaga yang bernama badan zakat. karena zakat tidak hanya diperuntukan untuk masyarakat miskin saja tetapi juga untuk mendorong investasi sekaligus produksi dalam perekonomian

 

Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Zakat harus dinilai sebagai salah satu modal berputar atau revolving fund. pemanfaatannya harus diarahkan terhadap usaha produktif yang berkesinambungan.

Dana yang dikumpulkan akan sangat bermanfaat untuk mengatasi kemiskinan. Selain itu dana tersebut bisa dikembangkan dalam bentuk usaha sebagai bekal untuk memenuhi kebutuhan hidup atau bisa melalui pelatihan di bidang pertanian manajemen bisnis atau jasa lain.

 

Dapatkah Zakat memberikan kemakmuran ?

Zakat diperintahkan untuk mengatasi kemiskinan dalam jangka pendek. Oleh karena itu umat tidak bisa bergantung sepenuhnya terhadap zakat tanpa bekerja keras. karena Allah sendiri menyuruh manusia untuk berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di dunia.

Baca juga : Solusi Mengatasi Rasa Takut Rugi dalam Memulai Bisnis

Hubungan antara kerja keras dengan zakat sangatlah erat. pada dasarnya perintah zakat mengisyaratkan kepada manusia untuk selalu bekerja keras. karena sebelum menunaikan zakat kita harus bekerja keras untuk mendapatkan harta kekayaan yang mencapai nisab atau ukuran.

Hubungan antara zakat dengan kemakmuran dapat dilihat Bagaimana kemakmuran tersebut dapat tercapai dalam suatu lingkungan di masyarakat. kemakmuran akan tercapai apabila masyarakat tersebut sudah bisa menikmati kehidupan yang layak. artinya tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin.

Artinya bahwa pemulihan harta zakat dari orang kaya ke yang membutuhkan maka akan mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. karena kaum miskin akan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki nasib dan mempergunakan dana tersebut untuk memberdayakan hidupnya.

 

Potensi Zakat diberbagai Instansi Pemerintahan

Zakat selain dari masyarakat umum yang tersebar di berbagai daerah, juga sangat berpotensi dihimpun dari kalangan Aparatur Sipil Negara yang bekerja pada instansi pemerintahan atau BUMN dan BUMD. Bahkan menurut data dari Kementerian Agama menyebut, potensi pengumpulan dana zakat melalui potongan langsung dari gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 15 triliun rupiah.

Penyaluran zakat malalui pemotongan gaji langsung pada PNS, sudah diatur melalui Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2011 yang diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014, Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014, dan Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2014. Semoga saja dana yang terhimpun, bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

 

Baca juga : Konsep Produksi, Prinsip, Tujuan dan Implementasi Produksi dalam Islam

Demikianlah pembahasan ukmsumut mengenai Peran Zakat Sebagai Wujud Pemberdayaan Ekonomi dan Bisnis Umat kali ini, semoga bermanfaat bagi kalian. Jangan lupa bagikan tulisan ini di media sosial kalian untuk memberikan manfaat kepada teman teman anda. Terimakasih sudah berkunjung.