Materi Distribusi, Prinsip, Kebijakan dan Lembaga dalam Ekonomi Islam Syariah

Apa itu distribusi? distribusi adalah bagian dari konsep pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah pengiriman barang atau jasa dari produsen kepada konsumen sehingga produk dapat dimanfaatkan sesuai dengan yang diperlukan.

Dalam ajaran agama Islam lebih spesifik lagi dalam ekonomi Islam atau yang biasa kita sebut ekonomi syariah menyeluruh yang berasal dari ajaran dan nilai-nilai Islam. Tujuan dari distribusi dalam ajaran islam adalah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan distribusi.

Baca juga : Konsep Produksi, Prinsip, Tujuan dan Implementasi Produksi dalam Islam

Pada kesempatan kali ini, UKMSUMUT akan membahas mengenai materi distribusi dalam konsep ekonomi syariah. Bagaimana prinsip bentuk kebijakan serta institusi yang menangani distribusi dalam sistem perekonomian Syariah.

 

Prinsip Distribusi dalam Ekonomi Syariah

Terdapat beberapa prinsip yang menjadi dasar dari kegiatan distribusi dalam ekonomi syariah berdasarkan dari Alquran dan alhadist beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

 

1. Larangan penumpukan harta

Prinsip pertama dalam konsep distribusi syariah adalah pelarangan untuk menumpuk harta milik pribadi sampai kepada batas yang dapat merusak pondasi sosial. Hal ini dikarenakan penumpukan harta yang berlebih tentunya bertentangan dengan kemaslahatan umum, yang memunculkan level kepentingan pribadi.

Pelarangan terhadap penumpukan harta secara berlebihan juga dapat menurunkan daya beli pada masyarakat dan menghambat mekanisme pasar yang bekerja secara adil. Karena barang atau produk yang dibutuhkan tidak beredar sebagaimana mestinya. Dalam hal ini Pemerintah berwenang untuk mengambil secara paksa harta yang ditumpuk tersebut untuk kepentingan bersama melalui zakat.

 

2. Konsep kepemilikan dalam islam

Dalam ekonomi syariah tetap mengakui adanya kepemilikan pribadi terhadap suatu harta, yang didapatkan melalui cara dan sumber yang halal. Disini terdapat batasan untuk tidak menggunakan harta pribadi sebebas-bebasnya tanpa batas dan sekehendak hati.

Baca juga : Pengembangan Ekonomi Bisnis Berbasis Nilai Islam dan Syariah

Karena dalam ajaran Islam harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang secara langsung akan membuka koneksi horizontal dan mempersempit jurang antara si kaya dan si miskin. Apabila prinsip ini diterapkan dalam kehidupan, an akan ada tanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan yang menyangkut kehidupan sosial.

 

3. Keadilan dalam distribusi

Prinsip distribusi selanjutnya adalah keadilan Tunjukkan bahwa perlakuan yang tidak berat sebelah dan tidak berpihak serta berpegang pada kebenaran dan bersifat proporsional. Ada banyak sekali perintah dalam Alquran untuk berlaku adil.

Makna adil dalam Alquran dapat dibagi lagi menjadi kata ‘adl yang berarti sama, seimbang dan juga perhatian terhadap hak hak individu yang memberikan hak hak tersebut kepada pemiliknya.

Adil dalam Islam juga berarti rahmat dan kebaikan dari Allah, sesuatu yang dinisbahkan kepada Allah, memelihara kewajaran atas berlanjutnya eksistensi tidak mencegah kelanjutan ekstensi dan perolehan rahmat, ketika mengetahui kemungkinan untuk itu.

Intinya adalah keadilan dalam distribusi dalam perspektif Islam berarti kondisi yang tidak memihak pada salah satu pihak dalam ekonomi yang menciptakan suatu keadilan. Hal ini akan menciptakan distribusi pendapatan dan kekayaan yang adil sesuai dengan norma fairness yang diterima secara universal.

 

4. Melarang riba dan gharar

Dalam distribusi pun Islam melarang adanya riba dan gharar. Secara umum definisi riba adalah adanya penambahan secara kualitatif maupun kuantitatif. Makna dari riba yaitu melebihkan keuntungan dari salah satu pihak terhadap pihak lain dalam transaksi ekonomi.

Hal ini berhubungan dengan distribusi pendapatan antara bankir dan masyarakat umum. Islam tidak mengajarkan adanya eksploitasi sosial dalam bentuk hubungan finansial yang tidak adil dan tidak seimbang.

Selanjutnya, dalam distribusi pendapatan antara kelompok di masyarakat terdapat para pekerja dan pemilik modal yang secara nyata tidak bekerja, memiliki dana dengan menggunakan sistem riba sehingga mereka mendapatkan keuntungan harus ikut berpartisipasi dalam proses pencarian untung, Hal inilah yang dilarang dalam Islam.

 

Kebijakan Distribusi dalam Ekonomi Syariah

Dalam Islam ada banyak kebijakan yang harus dilakukan untuk mengatur distribusi si dalam perekonomian Syariah. Hal ini untuk menjunjung nilai keadilan sehingga konsep distribusi yang dijadikan pegangan yaitu supaya kekayaan tidak terkumpul hanya pada satu kelompok saja berdasarkan surah Al-hasyr, ayat 7.

Apa kebijakan distribusi dalam ekonomi syariah? Salah satu yang ditekankan adalah supaya tidak menumpuk harta pada golongan tertentu dalam masyarakat. Lagi-lagi Tujuannya adalah untuk keadilan sosial.

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah harus dapat menciptakan peluang yang sama bagi setiap orang untuk mendapatkan kekayaan, bagi yang mendapatkan harta yang berlebih untuk mengeluarkan zakat sebagai salah satu instrumen penyucian dan pembersihan harta atas hak orang lain.

 

Lembaga distribusi dalam ekonomi syariah

1. Perusahaan, sebagai pelaku distribusi

Perusahaan sebagai produsen yang menghasilkan barang atau jasa, melakukan distribusi sebagai penyalur hasil produksi yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba kepada konsumen akhir, atau lapisan masyarakat.

Dalam ekonomi islam, perusahaan haruslah melakukan distribusi dengan mengedepankan ajaran islam, menyalurkan barang atau jasa ke konsumen dengan tepat waktu, sehingga tidak merugikan pihak lain. Kemudian membeli, menyimpan, mengumpulkan hingga menjual kembali hasil produksi ketika diperlukan oleh konsumen.

Baca juga : 7 Cara Menyikapi Diri Ketika Menghadapi Kebangkrutan Bisnis

Perusahaan melakukan distribusi dengan tujuan untuk mendapatkan profit, namun juga harus bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, memeratakan dan mengefektifkan hasil produksi di berbagai daerah serta untuk menghemat waktu dan biaya produsen juga konsumen.

 

2. Pemerintah, sebagai pemegang kebijakan

Pemerintah dalam hal ini berperan sangat penting dalam menciptakan keadilan distribusi. Supaya kesejahteraan dalam masyarakat terwujud pemerintah harus mencukupi kebutuhan masyarakat, dalam kebutuhan primer sekunder dan tersier serta kebutuhan pelengkap atau tambahan.

Mengapa peran pemerintah sangat penting dalam distribusi? Karena dalam perspektif Islam swasta atau pasar tidak akan mampu menciptakan distribusi secara adil, dan juga adanya faktor yang menghambat mekanisme pasar berjalan secara efisien.

Pemerintah yang bisa memberikan kebijakan serta memiliki kekuasaan untuk mencegah terjadinya penimbunan, monopoli, oligopoli, asimetris informasi serta terputusnya jalur distribusi yang mengalami barang sampai kepada pasar.

Pemerintah menurut ekonomi syariah harus intervensi terhadap pasar untuk menciptakan kondisi yang ideal bagi pasar supaya berjalan secara adil. Merumuskan kebijakan yang mengikat dan tegas juga menegakkan kewajiban dan hak bagi setiap individu.

Selain itu pemerintah juga berperan sebagai fasilitator pembangunan manusia dan menciptakan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah juga harus melindungi pengusaha supaya mereka dapat berproduksi secara baik dan memperoleh keuntungan

 

2. Masyarakat

Bukan hanya pemerintah yang berperan dalam distribusi perekonomian namun juga masyarakat. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menciptakan keadilan distribusi. Seperti misalnya tidak mendahulukan kepentingan keluarga Golongan atau pribadi. Setiap individu tidak dapat hidup sendiri Karena manusia sejatinya membutuhkan pertolongan dari manusia yang lain

Dengan adanya kemampuan yang berbeda-beda Maka manusia dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat secara berbeda juga. Masyarakat dituntut untuk menyadari pentingnya peran mereka dalam menciptakan keadilan distribusi dengan mempersempit kesenjangan ekonomi dan menunaikan kewajiban zakat serta mewakafkan sebagian harta untuk kepentingan masyarakat.

 

Baca juga : Peran Zakat Sebagai Wujud Pemberdayaan Ekonomi dan Bisnis Umat

Demikian pembahasan ukmsumut mengenai materi distribusi, prinsip, kebijakan dan lembaga dalam ekonomi syariah. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca sekalian. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini di media sosial dengan mengklik tombol share di bawah, terima kasih.